Pelanggan / Radiolab

Menemukan sinyal melalui suara: Cara Radiolab menggunakan Dropbox Business

Radiolab adalah program podcast dan radio publik yang menyelami cara-cara menarik yang menggerakkan dunia. Diproduksi di New York City dan setiap minggu disiarkan di 300 lebih stasiun publik AS, Radiolab menjelajahi topik-topik monumental seperti waktu, keacakan, batas alam pikiran, dan wujud alam semesta.

Menemukan lubang di metodologi lama

Ketika Radiolab pertama kali dimulai, stafnya yang masih berjumlah terbatas dapat berbagi ide, draf cerita, dan file yang relevan secara langsung ke orang-orang dan di lokasi. Sebagaimana kenang Produsen Eksekutif Radiolab Ellen Horne, "Hanya ada sejumlah orang di kantor waktu itu, sehingga Anda bisa berpindah ke salah satu ruangan dan mendengarkan sesuatu dengan cepat." Namun seiring meningkatnya popularitas pertunjukan, stafnya juga semakin banyak. Radiolab harus mencari cara baru agar setiap orang mendapatkan informasi terkini. "Pertunjukannya bersifat iteratif," ujar Horne. "Kami tidak hanya sekadar membaca skrip. Ketika kami mengembangkan cerita, kami membuat draf satu ke draf lainnya-membagikannya ke staf, mendapatkan umpan balik, membuat draf baru...tidak jarang kami harus memeriksa empat puluh atau lima puluh draf." Proses berbagi draf dan materi terkait mulai menjadi tidak praktis. "Kami membuang waktu berjam-jam untuk membuat CD dan versi tercetak untuk dikirim melalui pos atau faks," katanya. Dalam rangka mempermudah prosesnya, Radiolab berinvestasi di akun dengan layanan berbagi file Apple, iDisk. Namun akhirnya perusahaan ini menyadari keterbatasan pendekatan ini, seperti kekurangan aksesibilitas di lapangan dan ruang yang sangat terbatas.

"Dropbox mempermudah pengelolaan komunikasi dan penyebaran material untuk tiga ratus lokasi kami."

Mengembangkan rumusan baru untuk kerja tim

Beberapa karyawan Radiolab sudah memakai Dropbox untuk penggunaan pribadi. "Saya punya akun Dropbox, yang sebagian besar saya gunakan untuk berbagi informasi dengan keluarga," menurut Horne. Ketika Radiolab mengetahui tentang Dropbox Business mereka sangat tertarik. Dropbox untuk Bisnis menawarkan penyimpanan yang dapat bertambah sesuai perkembangan perusahaan, termasuk kemampuan berbagi file dengan cepat dan gampang, tak peduli lokasi fisik wartawan, pembawa acara, atau pun produsennya. Horne menjelaskan tentang peralihan ke Dropbox Business yang sangat mudah. "Itu sangat intuitif; siapa saja di tim dapat memahaminya dengan cepat," katanya. Fitur yang sangat penting bagi Radiolab yaitu kemampuan untuk berbagi keseluruhan folder atau satu file, dan opsi untuk memilih serta mendengarkan file favorit melalui ponsel pintar. "Kebanyakan dari kami menghabiskan satu jam di kereta bawah tanah setiap hari, karena itu jika bisa mendengarkan draf di kereta melalui Dropbox ini akan menjadikan perjalanan komuter sebagai waktu yang produktif dan menyenangkan," ujar Horne.

Hasil kualitatif yang andal

Dropbox Business juga telah banyak sekali meningkatkan kolaborasi untuk Radiolab. Komunikasi dan berbagi dengan kontributor pertunjukan yang tidak berada di lokasi menjadi jauh lebih mudah dengan tautan bersama. Misalnya, bila tim perlu mengirimkan konsep ke penyelenggara acara Robert Krulwich, yang bekerja tidak di lokasi tempat NPR berada, mereka cukup mengirimkannya tautan ke rekaman itu dan langsung mendapatkan umpan balik-dan sebaliknya tidak mengirimkan file besar melalui email yang makan waktu ketika diunduh. Kecemasan sebelumnya tentang lokasi staf atau kecanggihan teknis hampir tuntas diatasi dengan Dropbox Business. Kata Horne, "Betapa mengejutkan begitu mudahnya bagi Dropbox untuk melakukan kolaborasi — khususnya dengan orang-orang yang tidak sekantor dengan kami. Karyawan yang jauh dari kantor sekarang bisa lebih tenang." Penyebaran konten adalah bidang lain yang berhasil ditingkatkan dengan Dropbox Business. Horne menjelaskan, "Kami memiliki tiga ratus stasiun yang membawakan pertunjukan kami dan mereka membutuhkan promo dan episode. Dropbox membuat pengelolaan komunikasi dan menyediakan kebutuhan semua stasiun kami, tanpa kendala." Menurut Horne, dalam hal perencanaan dan penyelenggaraan pertunjukan keliling, Dropbox Business memiliki peran sangat penting. Dia mengandalkan Dropbox untuk menyalurkan materi ke calon kolaborator — untuk memberikan gambaran seperti apa pertunjukan keliling itu — dan akhirnya mengetahui persisnya tampilan pertunjukan yang akan datang. Kemudian ketika sudah waktunya untuk berangkat tur, Horne tidak perlu lagi membuang waktu untuk mengetahui secara persis file mana yang perlu dibawa di disk eksternal. Dengan Dropbox Business, katanya, "ke mana pun saya pergi, semua keperluan saya sudah lengkap. Tidak perlu buang waktu untuk mengumpulkan file dan menyiapkannya." Walaupun pada awalnya Dropbox Business direncanakan sebagai penggantian tahap berikutnya untuk iDisk, Radiolab menemukan bahwa Dropbox untuk Bisnis jauh lebih bermanfaat. Kata Horne, "Kami membuktikan bahwa sebagai tim kami bekerja bersama lebih baik dengan Dropbox daripada yang pernah kami kerjakan sebelumnya."