{"en":"This page is not currently available in your language.","id":"Halaman ini sekarang belum tersedia dalam bahasa Anda.","ms":"Laman ini kini belum boleh didapati dalam bahasa anda.","es_ES":"Esta página no está disponible en tu idioma en este momento.","da_DK":"Denne side er i øjeblikket ikke tilgængelig på dit sprog.","fr":"Cette page n'est actuellement pas disponible dans votre langue.","de":"Diese Seite ist zurzeit nicht in Ihrer Sprache verfügbar.","en_GB":"This page is not currently available in your language.","pl":"Ta strona aktualnie nie jest dostępna w Twoim języku.","it":"Al momento questa pagina non è disponibile nella tua lingua.","nl_NL":"Deze pagina is momenteel niet beschikbaar in je taal.","nb_NO":"Denne siden er for øyeblikket ikke tilgjengelig på språket ditt.","ru":"На данный момент эта страница недоступна на вашем языке.","zh_TW":"此頁面目前沒有您語言的版本。","sv_SE":"Denna sida är för närvarande inte tillgänglig på ditt språk.","th_TH":"หน้านี้ยังไม่มีให้บริการในภาษาของคุณในขณะนี้","zh_CN":"本页面暂无您所需的语言版本。","ja":"申し訳ありませんが、このページは選択した言語ではご利用になれません。","pt_BR":"Esta página não está disponível no momento em seu idioma.","ko":"현재 이 페이지는 한국어 번역이 제공되지 않습니다.","es":"Esta página aún no está disponible en tu idioma.","uk_UA":"На даний момент ця сторінка недоступна на вашій мові.","en_AU":"This page is not currently available in your language."}

Dropbox for Education membantu perguruan tinggi North Carolina menajamkan fokus pengajaran dengan memungkinkan staf bekerja dari berbagai perangkat, menghemat waktu berkutat dengan TI dan tugas administratif.

Hasil-Hasil Utama Cleveland Community College

Pengadopsian yang cepat karena staf sudah menggunakan Dropbox

Akses tepercaya ke materi yang dibutuhkan di seberbagai perangkat

Pencadangan dan pemulihan file lebih baik

Tantangans

Mencari cara lebih baik untuk berbagi dan mengakses file

Untuk membekali masa depan lebih dari 13.000 mahasiswa sarjana dan lanjutannya, Cleveland Community College selalu menerima teknologi baru. Perguruan Tinggi The Shelby yang terletak di North Carolina belum lama ini memperoleh hibah federal terbesar yang pernah dianugerahkan kepada perguruan tinggi komunitas di negara bagian ini. Sebagian besar anggota fakultas dan staf perguruan tinggi ini memakai berbagai macam perangkat, termasuk iPad dan tablet Surface, untuk mengajar di semua lokasi tempat perguruan tinggi ini menawarkan kuliahnya.

Namun bekerja di berbagai macam perangkat dan platform seringkali menyulitkan anggota fakultas dan staf untuk mengakses dan berbagi file. Terlebih lagi, sistem server warisan perguruan tinggi ini mengharuskan karyawan untuk mencadangkan file secara manual, sebuah proses yang seringkali mengakibatkan file terhapus tidak sengaja — dan memusingkan bagian TI. Banyak pegawai sudah memakai akun pribadi Dropbox untuk mengatasi tantangan ini, membuat perguruan tinggi ini mempertimbangkan solusi sinkronisasi dan berbagi tingkat perusahaan yang dapat diadopsi seluruh kampus.

Setelah melihat beberapa vendor berbeda, perguruan tinggi memutuskan untuk memakai Dropbox for Education. “Standar dari segi fitur sudah sangat tinggi, seperti dapat berkolaborasi, berbagi, dan mengakses dari berbagai lokasi, hal-hal seperti itu,” ujar Athena Smith, Koordinator Pengembangan Instruksional perguruan tinggi ini. “Sulit menemukan sesuatu yang bisa menyamainya.”

“Dari sudut pandang TI, jika seorang kehilangan file, kami harus terlibat untuk memulihkan file tersebut ke kondisi semula. Kami juga harus menggunakan dukungan server yang sepenuhnya ditujukan untuk mencadangkan file. Setelah kami memindahkan semua ke Dropbox, kami tidak akan lagi harus melakukannya. Saya melihat ini sebagai penghematan waktu yang luar biasa bagi kami.”

SOLUSI

Membuat pengajaran di dalam dan di luar kampus jadi lebih mudah

Dengan Dropbox for Education, perguruan tinggi ini dapat lebih baik melayani komunitas mahasiswanya. Anggota fakultas sekarang dapat datang dengan perangkat pilihan mereka di sekolah menengah dan lokasi kelas di luar kampus lainnya, dan segera mengakses materi yang mereka butuhkan. “Anggota fakultas tidak harus lagi khawatir mengenai perangkat apa file itu akan dibuka,” kata Smith, “Karena file akan ada di seluruh perangkat. Mereka bisa mengaksesnya dari mana saja — di kampus, di luar kampus, di pantai, di mana pun mereka kebetulan berada.” Anggota fakultas tidak perlu memakai kertas lagi saat berbagi folder dengan mahasiswa, sehingga tugas kuliah lebih mudah diberikan dan dikumpulkan. Dan emblem Dropbox memudahkan kolaborasi antara staf yang bekerja di sebuah kelompok kerja dan prakarsa perencanaan kampus lainnya. Fitur ini memungkinkan pemirsa membagikan file dan memakai versi terbaru saat seseorang membuat perubahan, semuanya di dalam Microsoft Office. “Di pendidikan tinggi, selalu ada tim orang-orang yang mengerjakan sesuatu,” kata Dr. Shannon Kennedy, Wakil Presiden Eksekutif Instruksi dan Pengembangan Mahasiswa. “Ini sangat bermanfaat jika Anda memiliki banyak orang yang mengerjakan dokumen yang sama.” Howard Roberts, Pimpinan Eksekutif Informasi mengatakan bahwa Dropbox for Education juga menyediakan fitur keamanan yang dibutuhkan kampus. Layanan ini berintegrasi dengan penyedia sistem masuk tunggal kampus SecureAuth, yang berarti bahwa anggota fakultas dan staf bisa masuk ke Dropbox dengan izin masuk yang disediakan oleh kampus. “Dari sudut pandang keamanan, tidak ada seorang pun dari orang yang dimaksud yang dapat mengakses dokumen,” ujarnya

“Para pengajar di fakultas tidak perlu lagi mengkhawatirkan di perangkat mana file disimpan, karena file akan tersimpan di semua perangkat mereka. Mereka dapat mengaksesnya dari mana saja — di kampus, di luar kampus, di pantai, di mana saja mereka kebetulan berada.”

Hasil

Menghemat waktu bagi TI dan dosen

Dropbox for Education akan mengurangi waktu yang dihabiskan personel TI untuk menangani berbagai masalah terkait berbagi dan pencadangan file, kata pihak sekolah. Anggota fakultas dan staf segera mencadangkan semua file di Dropbox for Education daripada ke server perguruan tinggi yang lama, sebuah langkah yang akan memudahkan pemulihan file saat seseorang tidak sengaja menghapusnya — atau meninggalkan kampus. “Saya melihatnya sebagai sebuah hal yang sangat menghemat waktu kami,” kata Roberts. Yang terpenting? Para dosen dapat menghabiskan waktu lebih lama mengajar dan mengurangi waktu mengurusi tugas-tugas administratif. “Saya kenal seorang anggota fakultas yang meminta mahasiswa membuat folder dan membagikannya dengan mereka,” ujar Smith. “Mereka malah bisa berjalan mengelilingi ruang kelas dan melihat folder mahasiswa itu dan mengatakan, ‘Ya, saya sudah menerima pekerjaan rumah Anda,’ dan memeriksanya saat mereka berjalan mengelilingi ruang kelas.”